Seni Budaya

Film Looking For Trouble Juarai World Humanitarian Awards 2016

Administrator | Jumat, 23 September 2016 - 17:23:08 WIB | dibaca: 317 pembaca

JAKARTA (Parahyangan-post.com) - Festival film kemanusiaan berskala internasional, World Humanitarian Awads mengumumkan film Looking For Trouble besutan sutradara Caroline Cuny dan Bryan Campbell dari Amerika Serikat sebagai juara utama tahun ini.

 

Pengumuman tersebut dilaksanakan di Gedung Manggala Wanabakti, dalam acara Malam Puncak Festival Film Perdamaian dan Kemanusiaan yang dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Ibu Liy Wahid, raja dan ratu dari seluruh Nusantara, sineas-sineas dari mancanegara, artis-artis ibukota, aktivis dan budayawan tersebut.

 

Damien Dematra, selaku founder dan director festival tersebut mengatakan terpilihnya film Looking For Trouble dikarenakan film tersebut mengangkat sosok pahlawan yang belum banyak dikenal dunia namun sangat besar jasanya bagi kemanusiaan. Ia berharap dengan terpilihnya film tersebut, dunia akan terinspirasi dengan perjuangan sang tokoh bagi perdamaian dan persamaan hak yang diperjuangkan sang tokoh. Di samping itu, penyajian film dokumenter pendek ini berhasil membuat penonton untuk tetap menatap layar dan menjadi tergugah.

 

Sebelum memilih pemenang utamanya, festival yang telah menerima 203 film tahun ini telah memilih beberapa kandidat sebagai nominasi film terbaik-nya:

 

Alison disutradarai oleh Uga Carlini

Before Spring disutradarai oleh Ahmed Atef

Journey to a Miracle: Freedom from Insulin disutradarai oleh Ted Kay

Looking for Trouble disutradarai oleh Caroline Cuny, Bryan Campbell

THE EXTRAORDINARY JOURNEY OF LUCIUS DUMB (Human rights, your most useful instrument) disutradarai oleh MAITE RUIZ DE AUSTRI

The way home disutradarai oleh Begonia Randhav

War & Peace disutradarai oleh Mojtaba Yari

 

Looking For Trouble yang akhirnya terpilih sebagai pemenang utama menceritakan tentang tokoh kemanusiaan Fred Cuny, seorang insyiur teknik sipil, spesialis bantuan bencana, yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pekerjaan kemanusiaan di negara-negara tertinggal.

 

Festival ini terselenggara atas kerja sama Dewan Kreatif Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Russian Culture Centre, World Film Council, i-Hebat International Volunteers, dan Radio Republik Indonesia (RRI).

(ratman/rls/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)