Seni Budaya

Film Lebanon Juarai Festival Film di Jakarta

Administrator | Rabu, 21 September 2016 - 06:04:00 WIB | dibaca: 233 pembaca

Festival film internasional IFFPIE yang mengusung tema "Environment For Peace and Humanity", yang dilangsungkan semalam di Gedung Manggala Wanabhakti.

JAKARTA (Parahyangan-post.com) -  International Film Festival for Peace, Inspiration and Equality (IFFPIE) dan World Humanitarian Awards (WHA) merayakan Hari Perdamaian Sedunia dan Hari Kemanusiaan Sedunia dalam Malam Puncak penghargaan yang diadakan di Auditorium Manggala Wanabhakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan mengambil tema "Environment For Peace and Humanity". IFFPIE dan WHA  merupakan festival-festival berskala internasional yang memfokuskan film-filmnya kepada tema-tema perdamaian, inspiratif, kesetaraan dan kemanusiaan yang berpusat di Jakarta.  Pada tahun ini, festival-festival ini telah menerima 825 film dari seluruh dunia untuk diperlombakan.

 

Pada acara ini juga diluncurkan Gerakan Sosial World Environment Movement (WEM). World Environment Movement merupakan sebuah gerakan sosial yang bertujuan membangun awareness masyarakat dunia akan pentingnya lingkungan hidup bagi kemanusiaan dan perdamaian.  Dan tidak ada kemanusiaan dan perdamaian tanpa lingkungan hidup begitu juga sebaliknya.

 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan, Indonesia harus mengambil posisi terdepan dalam kampanye Lingkungan Hidup dan tidak boleh main-main dalam menangani masalah yang sangat serius ini. Semua pihak khususnya kalangan media dan dunia kreatif adalah ujung tombak untuk membangun kesadaran ini.

 

Tahun ini IFFPIE memilih film Forgiveness asal Lebanon sebagai pemenangnya. Film yang disutradarai oleh Rima Irani, yang datang langsung dari Lebanon untuk menerima langsung penghargaan ini, berkisah tentang  seorang wanita muda yang pergi ke psikiater untuk menyembuhkan luka batinnya.

 

Film ini berpusat pada pikiran sang wanita dalam berperang dengan masa lalunya yang berat untuk dapat menang dan memulai hidup baru. Film pendek ini menang, karena merupakan sebuah film eksperimental yang menggabungkan seni lukis di setiap adegan dan menjadikannya representasi pikiran sang wanita.

 

Film ini diharap dapat menjadi ‘terapi seni’ bagi para penontonnya untuk menjalani hidup dengan penuh damai dan cinta. Pendekatan artistik yang unik ini membuat film Forgiveness menonjol diantara film-film lainnya.

 

Damien Dematra selaku founder dan director festival perdamaian dan kemanusiaan ini mengatakan, “Terpilihnya film ini Forgiveness sebagai Overall Winner IFFPIE tidak hanya mengukir sejarah baru di festval yang telah berlangsung selama lima tahun ini, bahwa akhirnya kita mempunyai juara perempuan. Namun menunjukkan bahwa film merupakan jembatan terbaik untuk berdamai dengan diri kita,” ucapnya dengan antusias.

 

Sineas-sineas yang hadir menerima penghargaan di acara bergengsi ini adalah Tony Gonzalez (Amerika Serikat), Oxana Chi (Jerman), Dooa Alashgar (Yordania), Rima Irani (Lebanon), Shinya Watanabe (Jepang), Orlando Torres Osorio (Chile), Hiromi Takagi dan Izumi Suzuki dari Jepang, Leonid Vayn (Amerika Serikat),  Pål Brekke (Norwegia), Maite Ruiz de Austri (Spanyol), Carlos Sargedas (Portugal), Laurie dan  Michael Jaffe (Amerika Serikat), Rahim Toffan  (Iran), Andres Garrigo (Spanyol),  Cheryl Halpern (Amerika Serikat), dan Jackie Guzda (Amerika Serikat).

 

Untuk memperkuat pesan Lingkungan Hidup, Perdamaian dan Kemanusian, diluncurkan secara perdana video klip “Bumiku” karya penyanyi muda Natasha Dematra. Videoklip yang disutradarai langsung oleh pemegang rekor dunia sutradara perempuan termuda di dunia ini adalah soundtrack dari Film Dokumenter “Siti Nurbaya Bakar: Srikandi Pembawa Perubahan”. Lagu yang diciptakan oleh Natasha Dematra bersama Abah Ukam ini membawa pesan yang kuat akan bahayanya pemanasan global dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh ulah manusia.

 

Acara ini sendiri dihadiri oleh Menteri-Menteri Kabinet Kerja yang memberikan sambutan, apresiasi dan dukungan langsung. Juga dihadiri oleh belasan duta besar negara sahabat, raja-raja di Nusantara, sineas-sineas mancanegara, artis-artis ibukota, perwakilan PBB, para penggiat Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan dan masyarakat.

 

Acara ini bekerja sama dengan festival berskala internasional lainnya yaitu, International Film Competition (IFCOM), Documentary and Short International Movie Award (DOSHIMA), dan International Tourism Award (ITA).

 

Festival ini terwujud atas kerja sama oleh Dewan Kreatif Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Russian Culture Centre, World Film Council, Film Festivals Alliance, i-Hebat International Volunteers, Jaringan Bisokop XXI dan Radio Republik Indonesia.

(ratman/rrls/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)