Husada

Duta HAM Natasha Dematra: Lingkungan Bebas Narkoba Adalah HAM Para Anak Indonesia

Administrator | Minggu, 11 Desember 2016 - 12:47:24 WIB | dibaca: 518 pembaca

Nathasa Dematra

BOGOR, Parahyangan Post.com - Hari Hak Asasi Manusia selalu jatuh pada tanggal 10 Desember. Hari HAM ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 1948. Hari HAM ditetapkan PBB untuk membela hak-hak asasi manusia. Pada Hari Hak Asasi Manusia ke-68 ini Natasha Dematra diundang untuk berbicara dalam seminar yang berfokus untuk melawan penyebaran narkoba di kalangan generasi muda.

“Merupakan Hak Asasi Manusia tiap anak untuk hidup di lingkungan bebas narkoba,” ucap Natasha dalam seminar ’Penggiat Anti Narkorba' yang berlangsung pada hari ini di Balai Kota Bogor (Sabtu,10/12/2016). Ia menambahkan bahwa generasi penerus bangsa harus berani untuk melawan narkoba; dan, adalah tugas para guru, orangtua dan khususnya pemerintah untuk menyediakan lingkungan yang aman, tentram dan bebas narkoba bagi anak-anak Indonesia.

Natasha Dematra yang juga merupakan Duta HAM, di sela-sela acara ini mengatakan bahwa bahaya narkoba di generasi muda sudah terlalu parah. Anak-anak bukan hanya menjadi pemakai, namun juga pengedar narkoba di sekolah. Ia juga memaparkan bahwa orang tua dan guru adalah pintu pertama anak-anak untuk mengenalkan bahaya narkoba dengan benar. Pengawasan yang kuat merupakan faktor yang dapat membantu pencegahan penyebaran narkoba. “Anak-anak harus diberitahukan sedini mungkin akan bahaya narkoba karena status Indonesia saat ini darurat narkoba,” ucap gadis berusia 18 tahun ini.

Dalam seminar ini juga, Natasha mengutip kata-kata Presiden Jokowi yang pada tanggal 6 Desember lalu menyatakan bahwa  Indonesia perang melawan narkoba. Ia juga mengatakan bahwa upaya yang dapat dilakukan untuk benar-benar perang melawan narkoba adalah dengan menugaskan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di setiap sekolah untuk memonitor penyebaran narkoba lewat CCTV-CCTV di sekolah. Cara ini, ungkapnya diharapkan dapat mengurangi ruang gerak pengedar narkoba yang pada saat ini menyasar kalangan anak muda. Meningkatnya pengguna narkoba di kalangan anak-anak memang sangat memprihatinkan dan harus ditangani dengan serius.

Acara seminar ini ditutup oleh Wali Kota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto. Wali Kota Bogor mengatakan bahwa Bogor merupakan kota kedua setelah Bandung yang marak akan narkoba, dan berdasarkan data, 1,2 juta orang terjerat narkoba di Bogor. Lebih dari 70 penghuni Lapas di Bogor adalah karena kasus penggunaan narkoba. “Ini merupakan hal yang sangat serius,” ucap sang Wali Kota. Setiap hari Senin ia mengunjungi sekolah-sekolah dan memberikan pengertian akan bahaya narkoba, dan menunjukkan fakta kepada anak-anak sekolah agar jangan memilih masa depan yang suram karena narkoba.

Seminar ini terselenggara atas kerja sama Badan Narkotika Nasional (BNN), Pemkot Bogor, dan Yayasan Peduli Anak Indonesia (PENA).

(ratman/rls/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)