Disaster

BNPB Adakan Kegiatan Bimtek Srikandi Siaga Bencana Untuk Umum

Administrator | Rabu, 27 Maret 2019 - 18:54:42 WIB | dibaca: 165 pembaca

Para Peserta Bimtek Srikandi Siaga Bencana Berfoto Bersama, Usai Kegiatan.


JAKARTA, Parahyangan-post.com – Perempuan memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagan dalam lingkungan terkecil di masyarakat, yaitu keluarga. Hal tersebut melatarbelakangi penyelenggaraan bimbingan teknis (bimtek) Srikandi Siaga Bencana untuk perempuan Indonesia. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menamakan mereka sebagai Srikandi yang dalam pewayangan Jawa digambarkan sebagai prajurit yang mahir dalam mempergunakan senjata panah. Senjata panah ini dianalogikan dengan pengetahuan terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana.  

Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar tentang kesiapsiagan bencana. Pengetahuan kesiapsiagaan bencana mencakup bagaimana pengelolaan risiko bencana agar keluaga dan lingkungan siap dan penyelamatan, perlindungan diri dan evakuasi saat bencana terjadi. 

Menurut Sekretaris Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Aisyiah Tri Lestari Masduki, kebanyakan ibu dan anak menjadi korban bencana. “Melalui bimtek kesiapsiagaan, saya ingin menularkan pengetahuan ini kepada lingkungan, terutama keluarga dan lingkungan kerja dan lingkungan rumah.”  

Kegiatan yang menyasar perempuan ini dilatarbelakangi bahwa mereka memiliki peran yang sangat efektif dalam membangun kesiapsiagaan bencana. Perempuan mampu untuk mentransfer pengetahuan serta usulan perubahan unutk pengurangan risiko bencana serta penguatan ketahanan keluarga dan komunitas. 

Plh Direktur Kesiapsiagaan BNPB Bambang Surya Putra menyampaikan bahwa mereka dapat menularkan dan berbagi pengetahuan yang diperoleh selama bimtek kepada keluarga, lingkungan sekitar maupun internal lembaga. 

Sejumlah 400 perempuan mengikuti Srikandi Siaga Bencana yang diselenggarakan pada 21 – 27 Maret 2019. Mereka adalah para perempuan yang berasal dari lembaga-lembaga perempuan dari berbagai wilayah seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Aceh, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Maluku. Peserta secara mandiri untuk hadir pada bimtek yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  “Kami tidak menyedikan biaya transportasi, BNPB hanya menyediakan   komsumsi, sertifikat bimtek, seminar kits, seperti materi, buku kesiapsiagaan keluarga, bolpoin, bloknot, pin, gelang,” kata Novi Kumalasari, Kepala Seksi Kebutuhan dan Sumber Daya BNPB pada Selasa (27/3). 

Selama mengikuti bimtek ini, para peserta mendapatkan materi kesiapsiagaan seperti menemukenali ancaman bencana di Indonesia (InaRISK), rencana kesiapsiagaan keluarga dan mitigasi praktis perlindungan, penyelamatan diri dan evakuasi mandiri. 

Bimtek Srikandi Bencana ini terselenggara dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2019 yang jatuh pada 26 April nanti. Tema yang diusung pada penyelenggaraan HKB nanti yaitu “Perempuan Menjadi Guru Siaga Bencana, Rumah Menjadi Sekolahnya.” 

#SiapUntukSelamat
#BudayaSadarBencana
#SrikandiSiagaBencana
#KitaJagaALAMJagaKita
#HKB26April #HKB2019
 


sumber : 
Humas BNPB










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)