Siaran Pers

jadi faktor buruknya pembuatan keputusan di dunia bisnis

Big Data, insentif yang tidak tepat, dan rumitnya birokrasi

Administrator | Senin, 22 Februari 2016 - 17:31:39 WIB | dibaca: 476 pembaca

KUALA LUMPUR, Malaysia, 22 Februari 2015 (Antara/PRNewswire/Parahyangan Post) -- Penelitian oleh Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) dan American Institute of CPAs (AICPA) mendapati banyak pemimpin senior yang berjuang untuk membuat keputusan yang tepat, namun faktanya 72% perusahaan gagal dalam mengeksekusi setidaknya satu inisiatif strategis dalam tiga tahun terakhir karena adanya kelemahan di dalam proses pengambilan keputusan mereka. Informasi yang berlebihan, rumitnya birokrasi, kurangnya kepercayaan, dan insentif yang tidak sesuai dengan target merupakan faktor-faktor yang menyebabkan buruknya pengambilan keputusan di sektor bisnis di seluruh dunia.

Laporan yang bertajuk 'Joining the Dots: Decision making for a new era'melakukan survey jajaran eksekutif di berbagai perusahaan besar di 16 negara. Survey ini mengungkapkan bahwa para eksekutif tidak hanya mengakui pernah melakukan pengambilan keputusan yang buruk, dimana lebih dari tiga perempat (80%) mengatakan bahwa mereka menggunakan informasi yang kebenarannya belum terverifikasi untuk membuat keputusan strategis, dan 42% mengakui perusahaan mereka harus rela kehilangan daya saing karena lambatnya proses pengambilan keputusan.

 

Berikut adalah beberapa sebab utama dari buruknya pengambilan keputusan seperti yang terangkum di dalam laporan ini:

 

- Informasi yang berlebihan: 36% mengungkapkan kalau perusahaan mereka tidak dapat menangani informasi yang berlebihan, dan 32% menyatakan kalaubig data memperburuk kinerja mereka, sedangkan 37% mengakui kalau big datamalah membantu mereka. Bagi perusahaan-perusahaan yang dapat menguasai sektor big data, terdapat potensi peluang yang besar yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing. Diantara perusahaan-perusahaan yang paling produktif, 86% menyatakan telah mengkaji informasi manajemen yang mereka butuhkan dengan memfokuskan pada elemen-elemen pendorong  kunci yang diorientasikan pada model bisnis mereka.

 

- Birokrasi: Hampir sepertiga (29%) mengungkapkan satu permasalahan terbesar untuk mewujudkan pengambilan keputusan yang efektif adalah permasalahan koordinasi yang disebabkan beragamnya struktur organisasi dalam satu perusahaan dan rumitnya birokrasi.

 

- Kepercayaan dan kerjasama: 43% mengatakan tingkat kepercayaan para eksekutif perlu ditingkatkan dan 57% menyatakan kerjasama yang lebih aktif perlu ditingkatkan untuk memperbaiki pengambilan keputusan.

 

- Struktur insentif: 61% pimpinan perusahaan mengakui kalau struktur insentif perusahaan mereka tidak membantu mendorong pengambilan keputusan untuk potensi bisnis jangka pendek, menengah, dan panjang.

 

CEO CIMA, Charles Tilley, berkomentar, "Pengambilan keputusan harus menjadi proses penting di dalam pengembangan bisnis yang perlu disempurnakan secara berkesinambungan. Para pimpinan perlu memiliki pola pikir yang terintegrasi, maksudnya, memiliki model bisnis yang jelas dan dirancang dengan baik dan mengorientasikan semua keputusan kepada model bisnis tersebut; dengan cepat mengumpulkan dan menganalisa semua informasi yang relevan dari tiap spektrum bisnis yang dijalankan; dan selalu fokus pada indikator kinerja kunci dibandingkan pada insting atau desas-desus."

 

 

Siew Lian 
+6012-5023-985 

 

Editor: PR Wire










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)