Opini

Kolom Ismail Lutan

BERBAGI (presiden 2 shift)

Administrator | Sabtu, 15 September 2018 - 11:34:04 WIB | dibaca: 428 pembaca

Kolom  Ismail Lutan

 

BERBAGI

(Presiden Dua Shift)

 

Sudah dapat dipastikan pada Pilpres 2019 hanya ada 2 pasangan yang berlaga, yakni Jokowi- Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi. Karena hanya dua, maka musuh pasti kelihatan nyata. Head to head.  Tidak ada pihak lain saat kedua pasangan itu beradu.

Perseteruan macam apa pun yang terjadi pasti aktornya salah satu diantara yang dua itu. Apakah  yang didalangi pihak seberang, maupun yang didalangi pihak sini. Pokok pengamat tidak bisa lagi mencari kambing hitam yang bernama pihak ketiga. Dalangnya pastilah satu dari dua itu.

Berbalas  serangan kini sudah tampak nyata,  meskipun  waktu  kampanye belum dimulai.  Terutama di dunia maya. Misalnya salah satu pihak mendeklarasikan hastag #2019 ganti presiden. Pihak lain pun tak kalah akal, mereka membalasnya dengan hastag #2019 presiden dua periode.

Bias perang berbalas hastag, yang awalnya di dunia maya itu, kini  telah menjadi perang terbuka. Di beberapa tempat orang-orang yang memakai kaos salah satu dari dua ikon tersebut dirazia, bajunya dibuka dan dirobek-robek.

*

Ini baru pemanasan  pra kampanye. Kampanye yang sesungguhnya  bakal lebih panas lagi tentunya, dan tidak tertutup kemungkinan terjadi keributan, bahkan juga chaos. Karena dalam Pilpres kali ini kedua pasangan akan habis-habisan. Pertarungan hidup mati!

Para pendukung masing-masing Capres sudah memperlihat jati diri. Pihak sana atau pihak sini. Pihak sana musuh, pihak sini kawan. Musuh hancurkan, kawan lindungi.  Massa sudah terpolarisasi menjadi dua kubu yang siap berhadap-hadapan. Dikomando atau tidak, kalau ada faktor pemicu mereka siap bentrok.

Suasana sudah panas!

*

Sebenarnya perang bubat dua petarung Pilpres ini bisa dihindarkan, dan korban bisa ditiadakan. Syaratnya  kedua pasangan  itu berbagi.

Apa yang dibagi?  

Kekuasaan!  Ya, kekuasaan presiden itu yang dibagi dengan adil, tranparan dan jujur.

Cara membaginya begini:  Minta kedua tokoh itu duduk semeja. Katakan kepada mereka “Daripada capek-capek membuang tenaga, waktu dan uang bagi saja kursi presiden itu.  Pak Jokowi dan pasangannya presiden siang. Pak Prabowo dan pasangannya presiden malam.

Jadi ada presiden siang dan ada presiden malam atau  Presiden 2 shift. Dalam jangka sebulan diroling. Pak Jokowi dan pasangannya presiden malam, dan Prabowo dan pasangannya presiden siang.

Adil bukan?”

Sangat adil!

Jika diterima maka perang bubat Pilpres tidak akan terjadi, bahkan Pemilu yang menghabiskan triliuan rupiah, di tengah tumpukan beban Negara yang menggunung luar biasa tidak perlu digelar. Bibit-bibit perpecahan akan hilang dan sirna. Kedua kubu bersaudara. Saling merangkul, dan saling mendapatkan keuntungan. Uang yang sedianya untuk Pilpres  bisa digunakan untuk membangun bendungan lebih banyak lagi, pembangkit tenaga listrik lebih banyak lagi, jalan tol, jalan laying, monorel dan jembatan lebih banyak lagi.

Pokoknya pembangunan akan lebih maju lagi jika uang untuk hura-hura itu dialihkan kepada yang lebih bermanfaat.

Usul ini memang sedikit nyeleneh, tapi ada baiknya dicoba! Demokrasi, pada awalnya kan coba-coba.***

 

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)