Edukasi

Asdep Bidang Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama Kemenko PMK, Buka Lokakarya Penulis Muda

Administrator | Senin, 26 November 2018 - 17:08:13 WIB | dibaca: 93 pembaca

JAKARTA, Parahyangan-post.com – Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama, Kemenko PMK, Aris Dharmansyah Edisaputra membuka kegiata Lokakarya Penulis Muda, di Jakarta, Sabtu (24/11-2018)

Kegiatan dengan tema ‘Goresan Pena Pemuda Adalah Ran
cangan Masa Depan Bangsa’ ini diprakarsasi oleh Muslim Youth Forum International Issues (MYF) bersama Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII). Dan sebanyak kurang lebih tiga puluh orang peserta dari pengurus dan anggota Pelajar Islam Indonesia  ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. 

Selain Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama Kemenko PMK dalam sesi pembukaan tersebut, juga hadir Direktur Muslim Youth Forum International Issues (MYF), Mohammad Anthoni dan Ketua Umum PB PII, Husein Tasrik
Nasution

Dalam kata sambutanya Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Bergama Kemenko PMK
   menyambut baik kegiatan yang diprakarsai oleh MYF dan PB PII ini. 

“Ini adalah hal yang sangat positif, apalagi melibatkan anak-anak muda. Melalui kegiatan ini akan membekali generasi milenia untuk bisa menjadi penulis yang baik,” jelas Aris D
harmansyah. 

Lebih lanjut Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama Kemeko PMK juga
mengatakan bahwa saat ini kita telah memasuki revolusi industri 4.0, mau tidak mau kita harus menguasai teknoloni informasi. 

Sesuai dengan tupoksinya ujar Aris Dharmawan, bahwa Kemenko PMK sebagai koordinator dalam upaya Gerakan Revolusi Mental, dimana Gerakan Revolusi Mental ini i
ngin merubah cara pandang untuk pola pandang etos kerja Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia bersatu, dan Indonesia mandiri. 

Kegiatan Lokakarya Penulis Muda, ‘Goresan Pemuda Adalah Rancangan Masa Depan Bangsa’ diadakan selama dua hari, Sabtu – Minggu (24 – 25 November 2018). 

Adapun para pemateri lainya, Direktur Eksekutif Global Future Intitute Hendrajit yang memaparkan tentang pengalamanya terjun ke dunia jurnalistik, sekaligus berbagi tentang kajian-kajianya dalam bidang intelejen. 

Selain itu juga Ahmad Farid (eks Direktur Kantor Berita Antara) dan Asro Kamal Rokan, Anggota Dewan Kehormatan PWI dan Redaktur Senior Jurnas.com. Keduanya berbagi tentang bagaimana pengalamanya menggeluti dunia jurnalistik sejak muda.  

Banyak hal yang menarik ketika seorang menekuni dunia jurnalistik, bahkan dunia pergaulan wartawan tidak mengenal batas, menurut Ahmad Farid dirinya bisa bergaul dengan siapa saja mulai dari gelandangan sampai para petinggi dan pejabat penting.  

Ketiganya sepakat bahwa ironis sesorang bisa menjadi penulis jika ia tidak suka membaca, jadi intinya membaca, membaca dan membaca serta menulis, menulis dan terus menulis.

 

(ratman/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)