Opini

ADA UDANG DI BALIK IKLAN

Administrator | Kamis, 23 Agustus 2018 - 10:23:07 WIB | dibaca: 355 pembaca

Oleh : Zulkifli S Ekomei

Hari-hari ini media sosial dibuat gaduh oleh video Presiden Jokowi yang ditayangkan pada Pembukaan Asian Games 2018 yang konon menelan biaya 685 M.

"Menurut saya,  kita tidak perlu membahas masalah materi video itu, karena sudah jelas video tersebut bermuatan iklan, tetapi membahas mengapa dan untuk apa kegaduhan mengenai iklan tersebut terjadi." Kata Pemerhati Media Massa dan Media Sosial Zulkifli S Ekomei, Rabu(22/8) pagi di Jakarta.

Zulkifli menambahkan, bahwa di dunia iklan dikenal apa yang disebut creative strategy dan media strategy, kalau kedua strategi itu tidak tepat maka umur iklan tersebut pendek dan ditonton oleh penonton yang terbatas yaitu saat iklan itu ditayangkan, maka diciptakanlah beberapa kontroversi agar umur iklan itu lebih panjang dan ditonton oleh lebih banyak penonton.

"Lihatlah, beberapa kontroversi yang bisa diamati adalah bahwa pemeran utama iklan tersebut, dalam hal ini Jokowi bukan sebagai Presiden tapi sebagai calon presiden yang sedang mencuri start kampanye, dalam hal ini banyak penonton yang terjebak bahwa pemeran utamanya adalah Presiden yang terikat dengan aturan protokoler kepresidenan, sehingga menjadi perdebatan yang panjang yang mau tidak mau harus menonton iklan itu berulang-ulang." Heran Zulkifli.

Kontroversi berikutnya adalah pemakaian stuntman yang terungkap karena pemeran utamanya memakai cincin sementara stuntman tidak memakai cincin, dalam kecepatan tinggi mustahil penonton bisa melihat cincin, sengaja cincin ini di close up dan diberitahukan ke penonton sebagai bahan perdebatan.

Ada beberapa kegaduhan lain yang dimunculkan, sehingga patut diduga kegaduhan ini sengaja diciptakan untuk menutupi hal-hal yang bisa menjadi masalah dikemudian hari, misalnya biaya pembukaan yang mencapai angka 685 M rupiah yang konon melebihi biaya pembukaan Olimpiade, ada udang dibalik iklan tersebut.

"Yang jelas Jokowi adalah actor yang baik, kalau pada pilpres 2014 dia memerankan sosok yang sederhana dan merakyat, pilpres 2019 dia memerankan sosok millenial, gaul dan trendy, pertanyaan yang paling penting adalah siapa sutradara dan produser actor berbakat ini?" Tanya Zulkifli menutup penjelasannya.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)