Nusantara

16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 25 November – 10 Nesember 2019

Administrator | Selasa, 19 November 2019 - 11:07:01 WIB | dibaca: 88 pembaca

JAKARTA (Parahyangan-Post.com) -- 1 dari 3 perempuan mengalami kekerasan di sepanjang hidup mereka, terlepas dari status sosial, negara, maupun umur mereka. Di seluruh bagian dunia, kekerasan terhadap anak dan perempuan, baik itu kekerasan fisik, verbal, dan perlakuan-perlakuan yang tidak adil, terlalu sering dimaklumi dan kebal hukum.

Kampanye 16 hari aktivisme untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan merupakan kampanye internasional tahunan yang bertujuan untuk mencegah dan menghentikan kekerasan berbasis gender. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 25 November, yang merupakan Hari Internasional untuk Menghentikan Kekerasan terhadap Perempuan, dan diakhiri pada tanggal 10 November, yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia.

Setiap tahunnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendukung inisiatif tersebut melalui gerakan internasional. Pada 2019 dan 2020, kegiatan ini akan secara khusus membahas masalah pemerkosaan sebagai kekerasan spesfik terhadap anak dan perempuan.

Melalui tema "Orange the World: Generation Equality Stands against Rape", warna oranye menyatukan segala aksi di dunia selama 16 hari.

IFI berkomitmen dalam kampanye ini, yang secara intrinsik berakar dari Hak Asasi Manusia dan yang menggaungkan dengan teguh nilai-nilai yang dijunjung Negara Prancis "Kebebasan, Kesetaraan, Persaudaraan".

Karena hak-hak perempuan merupakan hak asasi manusia, maka sangat penting untuk mendukung kesetaraan dan martabat setiap perempuan menuju dunia yang lebih aman, adil, dan baik untuk semua.

Dengan tagar #16days dan #orangetheworld, sebarkan pesan tentang kesetaraan gender dan penghapusan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

 

(rls/red/pp) 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)